Rumah

Ditulis pada, 30 May 2026, 08:13

Rumah

Mungkin selama hidupku, rumah melekat terus menerus dari lahir hingga sekarang. Suka duka canda tawa ia menjadi saksi bisu dari perjalananku hingga detik ini. Aku syukurnya di lahirkan pada keluarga yang berkecukupan. Semua disediakan. Namun ada satu hal penting yang tidak ada, yakni kesadaran akan diriku sendiri.

Memang cukup lberlebihan, namun aku merasa itu adalah hal yang krusial untuk diriku, ingatan anak anakku aangat meromantisasikan kehidupan pda saat itu, namun ketika tuntutan dan tanggung jawab mulai di limpahkan, aku tumbuh dan hidup dalam kehampaan, sehingga rumah menjadi difinisi benda tanpa makna pada saat itu. Itu mungkin rumah aku, namun kehampaan dan kebebasan aku sangat sempit

Kuliah dan kemudian kerja, menjadi rutinitas, keinginan untuk pulang hanya satu hal, istirahat dan tidur. Sekalipun aku merindukan rumah, rindu itu hanya rindu masa kanak kanakku yang seringkali muncul.

Namun ada satu momen dimana akhirnya aku keluar dari rumah, menikah. Menikah dan hidup bersama istriku di rumah baru, menciptakan momen baru dan kebahagiaan baru. Seolah masa kanak kanakku kembali muncul secara nyata. Suka duka canda tawa kembali menghampiri ku, dan aku sangat merasa bahagia pada setiap komennya. 

Saya sangat bersyukur merasakan pengalaman anak kecilku dengan bahagia ketika iru, sehingga ada semangat dan romantiasi hingga akhirnya terwujud kembali saat ini. 

Teradang memang suasana itu membuatku lupa diri dan menimbulkan aktivitas anak anakku kembali bangkit, aku cukup bersalah akan hal itu pada istriku. 

Pada pagi hari, aku sering berdiam dan selalu bersyukur karena semua ini, kebahagiaan ini, rumah bukan lagi didefinisikan sebagai benda, melainkan kenangan yang setiap detik aku hargai. Dan dapat dikatakan aku memiliki ikatan emosional pada rumah ini, bukan pada bendanya, melainkan apa yang dihasilkan dari rumah ini, kenangan dari keluarga kecilku dan kebebasanku

Namun yang pasti, aku merasa percis akan saat itu, dengan aktivitas dewasa, seperti kerja, rumah baruku menjadi motivasi paling besar, yang pasti karena ada istriku juga disana. Dan nanti, ada anak mungilku menyambut.

Aku salahsatu orang yang sangat mudah bahagia dan merasa cukup, dan aku cukup akan semua ini, semoga ini selalu ada untukku, tidak perlu hal yang lain, dengan ada mereka, saya bahagia.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.