Kita pernah mendengar tentang relativitas dari bapak Einstein. Segala hal di dunia ini adalah relatif pada sesuatu. Begitu pula kehidupan kita.
Pernahkah kita berpikir bahwa kebenaran itu sejatinya benar? atau apakah hal yang kita anggap salah sebenarnya ternyata benar? Segala sesuatu pada kehidupan kita adalah relatif. Hal yang kita anggap benar, belum tentu dibenarkan oleh orang lain, begitu pula sebaliknya, hal yang kita anggap salah belum tentu hal itu salah di mata orang lain.
Relativitas ini membuat kita menjadi manusia yang unik dan memiliki berbagai sudut pandang. Relativitas ini juga membuat kita mendiskusikan sesuatu, untuk mendapatkan kesimpulan baru.
Jadi tampaknya, kebenaran itu belum tentu benar, dan kesalahan belum tentu salah. Persepsi dan sudut pandang manusia yang memilih bahwa ini adalah kebenaran, dan ini adalah kesalahan, tingkat lanjutnya mungkin akan mengarah kepada kepercayaan.
Berbicara tentang kepercayaan, ini termasuk relatif pada hidup kita, kepercayaan bisa diartikan sebagai kepercayaan antar manusia, lingkungan atau agama. Dan kepercayaan tentunya akan relatif dengan komponen di atas. Misalnya ketika orang berada pada lingkungan Agama A, maka orang ini relatif dengan kepercayaan A, begitu pula antar manusia dan lingkungannya.
Namun apakah berati tidak ada hal yang absolut pada kehidupan kita? hal ini yang menjadi pertanyaan. Tapi sebelum itu kita bicara tentang bagaimana absolut itu?
Menurut saya, Absolut berasal dari relatif yang diam, contoh simpelnya adalah ketika bola terus bergerak, maka ada waktu dimana bola itu berhenti. berhenti bisa di artikan absolut. Dan Absolut bisa saja suatu saat akan bergerak kembali, atau relatif.
Hubungan antara kehidupan dengan absolut seperti apa?
Absolut pada kehidupan dapat diartikan sebagai contoh pada pendirian kita, manusia tentu akan percaya pada hal A dengan teguh, ini salah satu bentuk absolut pada kehidupan. Bagaimana manusia merepresentasikan rasa pendiriannya terhadap satu hal. Namun mungkin saja, suatu saat, pendirian ini berubah, dan bisa dikatakan bahwa keabsolutan dari pendiriannya berubah menjadi relatif. Baik itu berpengaruh dari hubungan antar manusia, lingkungan atau agamanya.
Keabsolutan akan kembali lagi ke relativitas.
Namun pada akhirnya akan seperti apa pada kehidupan, jika semua relatif. Relativitas kehidupan akan membawa kita pada keutamaan kehidupan. Hal apa yang cocok dengan kita, perasaan apa yang cocok dengan kita, lingkungan yang cocok dengan kita, keluaran dari semua relativitas kita adalah hal yang terbaik buat kita.
Kenyamanan hidup.
_1621824175.jpeg)