sebelumnya kita pernah berbicara tentang baik dan buruk, hidup ini selalu dalam keterlibatan baik dan buruk. Baik itu lingkungan, kondisi, keinginan ataupun nafsu. Perspektif baik dan buruk menghasilkan kita yang baik atau buruk.
Ibarat pohon yang condong, semakin berbuah, semakin condong kebawah bukan? Dan ketika kita menebangnya pasti pohon itu jatuh dengan arah condong yang sama. Artinya, apapun yang kita lakukan terus menerus, kita akan mendapatkan hasil yang sama. Inilah sebab akibat.
Sebab akibat kadang dilupakan oleh kita dalam menjalani hidup. Bermain hp lama lama adalah sebab, akibatnya mata kita akan rusak. Konsep ini seperti pertukaran setara dalam sesuatu. Ingat, Bukan selalu untuk meraih sesuatu harus mengorbankan sesuatu, tapi kadang apa yang kita lakukan, terkadang secara tidak sadar mengorbankan sesuatu.
Aturan sebab akibat ini sudah menjadi hukum alam, dengan menebang pohon, akan longsong, buang sampah sembarangan akan banjir. Alam sebenarnya sudah memberi pelajaran hidup untuk kita, namun tampaknya kita hanya menganggap alam sebagai benda saja, sebagai tempat atau sebagai lingkungan saja. Ini yang menjadi kita kadang tidak sadar akan teguran alam. Selalu saja menyalahkan bencana karena kehendak Tuhan, atau ujian hidup dari Tuhan. Walaupun misalnya seperti itu, anehnya kita tidak pernah gerah ingin melakukannya lagi dan lagi.
Kembali kepada pohon, semua akan berbuah pada waktunya, buah ini yang akan kita nikmati dalam hidup ini, namun kembali lagi, tidak selalu buah ini enak, buah ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan sebelumnya.
Dengan kita di lahirkan di bumi ini, kita harus menerima siklus sebab akibat yang melekat di diri dan alam ini.
Pohon yang condong.
Ditulis pada, 09 July 2021, 14:05

Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.