Perlukah perayaan?

Ditulis pada, 09 April 2022, 14:21

Perlukah perayaan?

Perayaan sebenarnya adalah sebuah kebahagiaan yang langka, dengan kata lain, perayaan di rayakan karena momen kebahagiaan yang jarang terjadi. Seperti misalnya pencapaian dalam sesuatu, atau hal yang membuai batin. Tapi memang, tampaknya, perayaan terdefinisi kembali dengan salah oleh generasi sekarang. Perayaan yang mereka lakukan kadang adalah hal yang sepele dan sebenarnya tidak patut untuk di rayakan. Memang, momen yang dirayakan jarang terjadi, namun harus ada sebuah standar untuk merayakan momen ini.

Kita harus mencari sebuah dasar dari perayaan, misalnya perayaan ulang tahun. Dikalangan generasi tua dan muda, selalu identik dengan merayakan dan perayaan untuk generasi muda, anak kecil mulai dikenalkan oleh kebahagiaan yang momennya satu kali dalam satu tahun, atau mungkin tidak hanya anak kecil, generasi sekarang pun selalu mengharapkan mendapatkan hadiah dan perayaan yang mahal untuk ulang tahun saja. Namun apakah perlu?

Saya melihat ada sebuah kejanggalan pada perayaan ulang tahun. Mulai dari definisi ulang tahun sendiri, ulang tahun berarti merayakan kelahiran dari lahirnya setiap manusia, perayaan bertambah satu tahun. Namun sebenarnya ulang tahun dirayakan, karena kita bersedih umur dalam hidup berkurang 1 tahun, perlahan mendekati kematian. Mereka sebenarnya tau akan hal ini, namun tidak mau mengakui kesedihannya, sehingga mereka menutupi kesedihan dengan kebahagiaan, alhasil, perayaan ulang tahun. kemudian di sisi moral sebagai teman, keluarga dan orang yang terlibat dengan dia, yang merayakan ulang tahun. Mereka memberi hadiah karena momen yang bahagia, tapi harus di ingat bahwa memberi itu bukan selalu berdasar pada momen, manusia yang memberi haruslah tidak berdasar dari apa yang sedang terjadi namun, hati nurani.

Momen perayaan lain misalnya. Ketika menjadi mahasiswa, kebanyakan dari mereka merayakan skripsi atau penelitian mereka selesai dan mendapatkan IPK yang luar biasa. Namun apakah perlu?

Kejanggalan perayaan ini adalah skripsi atau penelitian mereka hanya sebuah titik kecil mengenai permasalahan dunia, apalagi jika skripsi atau penelitiannya benar benar tidak individu sendiri mengerjakannya. Ini adalah perayaan yang tidak bermakna. Memang patut di apresiasi karena kerja keras mereka karena menyelesaikan studi selama 4 tahun. Namun perayaan haruslah ada kualitas. Tidak dibolehkan jika mereka menyelesaikan masalah terkait hal yang sebenarnya telah diselesaikan banyak orang.

Jika disimpulkan, bahwa perayaan hanyalah sebuah check point dalam kehidupan, karena kita takut menghadapi hal yang menyedihkan di masa depan, kita mencoba lupa dulu akan hal itu, dan ketika momen itu pas, maka kita merayakannya dan berbahagia.

Perayaan adalah hal yang sederhana sebenarnya, menerima masa lalu, memaknai masa sekarang dan berani melihat masa depan. Tidak ada hal yang berlebihan dalam perayaan. Memberi haruslah berlandas pada moral bukan pada momen.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.