Cukup jarang saya menulis lagi, saya merasa belakangan ini sangat jauh dengan filsafat. Saya sedang kembali ke filsafat untuk melakukan filterisasi apa yang mubazir dalam diri saya, dan apa yang perlu. Dan saat ini saya mempelajari kembali Immanuel Kant. Kant yang sangat khas dengan moral mengajarkan saya terkait moral tanpa batas.
Moral tanpa batas ini saya kembangkan menjadi satu kesadaran pada kejujuran. Kejujuran yang dimaksud adalah kejujuran yang Hakiki. Kejujuran pada tingkat bahwa "saya harus jujur walaupun saya sendiri". Saya mungkin beberapa kali membahas soal moral kejujuran ini, namun memang saya merasa ingin membahasnya kembali sekarang.
Moral yang saya Immanuel Kant sampaikan adalah bagaimana dunia noumena (ilahi/abstrak) dapat di lekatkan pada diri kita. Tentu kejujuran misalnya tidak mencuri, tidak berbohong pada orang lain itu hal yang biasa, namun bagaimana moral kita ketika sendiri?
Moral yang mana kadang kita tidak perhatikan. Stereotipe masyarakat misalnya, merasa bahwa ketika sendiri ya bebas lah, mau melakukan apapun juga terserah. Nah itu lah yang ingin saya kritik.
Moralitas sempurna yang di gagas Kant ini tidak terlepas pada konsep ketika sendiri, walaupun orang lain tidak tahu, namun kita haruslah tetap berada pada moralitas itu. Terlebih misalnya yang sangat sulit kita lawan adalah di dunia digital. Tidak ada konsep moralitas digital yang disepakati, karenanya banyak sekali hujatan, kebohongan, konspirasi dan banyak lagi. Dan dari sini juga moralitas kita dipertaruhkan, misalnya ketika streaming film bajakan, moralitas Kant pasti akan bilang itu adalah hal yang tidak baik, karena termasuk siklus pembajakan yang terkesan tidak ada kejujuran disana. Atau misalnya foto/video/aplikasi atau bentuk digital lain yang kadang kita rasa itu gratis, namun di balik itu ada copyright yang terlupakan. Inilah yang perlu di waspadai.
Terlebih moralitas masyarakat kita seakan terus menipis, ditambah digitalisasi moralitas yang tidak pernah di didik maka semakin susut lah sudah moralitas masyarakat ini.
Menurut Immanuel Kant, hal yang harus kita lakukan adalah lebih membuka diri pada Noumena atau dalam arti lain, pelajari lah moralitas. Baik itu secara filosofis yang saya lakukan atau secara agama. Karena memang dari dua itu saja kita dapat memahami moralitas. Tentu saya merekomendasikan kamu untuk mengenal pemikiran Immanuel Kant sehingga kita bisa bisa berdiskusi.
