Menyalahkan Sesuatu.

Ditulis pada, 28 July 2021, 10:56

Menyalahkan Sesuatu.

Masih ingat kah kita ketika kecil, terjatuh ke ubin dan menangis? Kebanyakan orang tua selalu bilang "duh, ubinnya jahat ya", "duh kursinya jahat ya". Bermula dari sana lah kita menjadi orang yang selalu menyalahkan sesuatu ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya seperti ketika ingin belajar di malam hari, tiba tiba listriknya mati, yang di salahkan tentunya listrik, karena tidak bisa bekerja dengan baik, namun kita tidak menyalahkan diri sendiri karena lalai dengan waktu, mengapa tidak belajar di pagi hari yang cerah, atau di saat listrik sedang menyala terus menerus.

Kejadian menyalahkan sesuatu membuat kita tidak berfikir untuk mengkoreksi diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri, hanya melampiaskan emosi kita, kesalahan kita, kepada sebuah benda atau bahkan orang lain karena tidak sesuai ekspetasi kita. Ini sesuatu yang harus kita rubah. Karena sungguh berbahaya jika berfikiran seperti ini. Kita harus mengembalikan moralitas kita pada hal hal yang nampaknya sepele, namun sungguh besar akibat kelaknya.

Karena pada dasarnya apa yang membekas dari lama akan sulit di hindarkan ketika kita dewasa. Pemahaman "menyalahkan sesuatu" dari kita kecil ini akan membuat kita merasa, hal ini nampak benar buat kita. Misalnya ketika kita kerja nanti, kita mendapatkan masalah karena tidak mencapai target penjualan bulanan, akhirnya kita hanya menyalahkan orang lain, karena tidak membeli produk kita, bukan menyalahkan diri kita karena tidak mengintropeksi diri terhadap masalah yang terjadi, salah kita di mana, bagaimana cara kita mencapai tujuan kita, apa yang harus di lakukan agar tidak terulang lagi, harusnya pertanyaan pertanyaan seperti ini yang muncul dalam benat kita.

Pada akhirnya kualitas kita bergantung pada seberapa besar kesadaran terhadap apa yang telah terjadi.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.