Mengetahui apa yang di lakukan sudah berlebihan.

Ditulis pada, 24 November 2023, 22:22

Mengetahui apa yang di lakukan sudah berlebihan.

Belakangan saya melakukan research kecil kecilan terkait automatisasi kapital, intinya adalah bagaimana saya menghasilkan kekayaan dengan cepat dan otomatis. Namun setelah di rasa jalan, memang menghasilkan kekayaan dengan mudah dan cepat, terlebih menggunakan AI. Namun apakah ini baik?

Untuk awal memang saya rasa ini adalah bisnis yang baik dari segi kapital, namun nyatanya ini tidak menghasilkan pembaharuaan bagi saya. Maksudnya adalah jika kita mengacu pada konsep ideal kapitalisme, bahwa nilai semakin besar itu karena ada pembesaran kemampuan pula pada pekerjanya. Namun saya rasa jika menggunakan AI seperti ini, saya seperti semakin bodoh dan kaya. Ini lah yang menjadi bahaya kedepannya.

Kecerdasan buatan memang menjadi gairah baru untuk mendapatkan kekayaan yang sangat besar. Namun jika itu tidak mengasah kemampuan saya di bidang itu maka AI ini menjadi senjata paling berbahaya bagi saya. Sehingga saya berpendapat bahwa ini sudah berlebihan.

Atau misalnya kita balikkan logikanya. Bagaimana jika kita akhirnya keteteran sehingga kita membutuhkan AI? Menurut saya ada batasan batasan tertentu sampai kita merasa bahwa apa yang dilakukan kita berlebihan. Mengetahui itu berlebihan atau tidak adalah ketika ide/gagasan lebih dominan dari kontribusi AI atau tidak? jika memang berlebihan artinya AI sudah masuk kedalam ranah ide/gagasan yang sejatinya harus 100 persen ada dalam diri kita, maka dari itu, kita harus memutuskan, apakah kita berhenti menggunakan AI atau berhenti melakukan itu.

Ini memang terdengar aneh, namun memang secara produktivitas pun itu tidak lagi disebut sebagai produktivitas, karena bukan kita sendiri yang bekerja, melainkan AI tersebut. 

Dari sini kita dapat mengetahui bahwa ada celah besar dalam dunia kapitalisme, bahwa semakin tidak kompenten nya manusia dan digantikan dengan robot/AI, maka Kapitalisme semakin mendekati ajalnya sendiri.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.