Masa lalu terkadang menjadi sebuah guru besar kita untuk masa kini dan persiapan masa depan. Namun ternyata tidak selamanya akan seperti ini. Misalnya hal pait yang orang tua rasakan, seperti jodoh, kekayaan, gengsi, harga diri atau martabat. Pada masa orang tua kita muda mungkin jadi sebuah tradisi dan keharusan untuk memenuhinya, namun perlu kita ingat, ada sebuah ketakutan karena kondisi yang terjadi pada masa itu, sehingga, segala sesuatu haruslah hal yang paling luar biasa (maksudnya bukan berarti masa sekarang tidak harus seperti itu), jodoh harus profesinya PNS misalnya agar terjamin, punya mobil, lahir dari keluarga yang tinggi darah birunya, dan seterusnya. Ini adalah hal baik pada zaman itu. Namun apakah masih relevan di era sekarang?
Globalisasi telah berkembang sampai ke desa desa. banyak perkembangan baik ekonomi hingga perkembangan mental. Era 80an dan era sekarang sangat jauh sekali berbeda kondisinya. Menjawab pertanyaan diatas, tentu beberapa telah tidak relevan. Misalnya seperti gengsi, kesetaraan manusia sudah sering diucapkan, oligarki sudah bukan era nya lagi. Nilai rapot dulu mungkin jadi patokan orang tua kita bekerja, namun kenyataanya, nilai sudah tidak lagi bisa relevan. Kewajiban skill yang harus ditingkatkan. Atau misalnya profesi, era milenial sekarang tidak memandang lagi bahwa kerja yang baik adalah kerja pada negara, menjadi PNS (walaupun secara harfiah masih benar). Stereotipe dari milenial adalah mereka tidak mau terlibat erat dengan sesuatu, misalnya kerja. Makanya freelance atau kerja paruh waktu menjadi naik daun.
Jika harus menjawab pertanyaan yang menjadi judul kita, masa lalu tidak selalu menjadi guru kita. Karena untuk menjadi manusia yang baik kita harus memiliki banyak guru agar memperoleh sudut pandang yang lain. Guru anak anak milenial adalah lingkungan dan kondisi global. Levelnya sudah berbeda dibandingkan era orang tua kita. Dan bahkan mungkin, apa yang telah kita lakukan pada masa ini belum tentu relevan dimasa depan ketika misalnya kita menjadi orang tua.
Namun bagaimana dengan masa ini? Tentu, jika kita sebagai orang tua, selain kita mengerti kondisi ekonomi, kita harus mengerti kondisi lingkungan era ini. Jangan sampai segala apa yang kita telah lalui baik positif ataupun negatif, dipaksakan pada anak kita kelak. Mari kembali ke dasar dari hidup ini. Bahagia.