kita diciptakan, tidak semata mata diciptakan. Khususnya jari kita. Ada makna besar yang tercipta di sana. Oke, mari kita lihat terlebih dahulu susunan dari jari kita. Ada Jempol, Telunjuk, Jari tengah, jari manis dan jari kelingking.
Pencerminan diri kita, sebenarnya berada pada jari tengah. Karena mau lengan mana pun, pada akhirnya jari tengah yang memiliki konsistensi posisi.
Rasa bersyukur adalah menerima apa yang telah di dapatkan dari kerja keras kita, atau dari kondisi yang kita alami. Kebalikan dari bersyukur adalah minder dan tidak bisa menerima kondisi kita saat ini. Namun apa hubungannya dari bersyukur dan minder ini dengan lima jari kita ? Seperti yang disindir sebelumnya, kita ibaratnya adalah jari tengah pada tangan kanan misalnya. Posisi ke kanan adalah jempol dan telunjuk, dan posisi ke kiri adalah jari manis dan jari kelingking.
Hidup kita berada pada pertengahan. Kita harus bersyukur bahwa kita berada pada posisi jari sebelah kanan. Artinya kita tidak berada di bawah. Arti lainnya lagi, kita harus bersyukur karena masih ada orang yang lebih menderita dari kita (karena kita berada di pertengahan). Namun, kita juga tidak boleh merasa minder pada posisi kita, karena faktanya, pasti ada orang yang berada di atas kita, yang di ibaratkan pada jari kiri kita. Jari manis dan jari kelingking.
Dengan kita memahami ini, kita seharusnya telah bisa menghilangkan perasaan minder dan menaikkan rasa bersyukur kita. Karena kita selalu berada di tengah-tengah. Kita merasa banyak penyesalan dalam hidup, seharusnya kita bersyukur karena masih banyak orang yang lebih menyesal di kehidupannya. Kita merasa sombong akan sesuatu, kita harus ingat, bahwa selalu ada orang yang lebih baik dari kita.
Dengan kita memahami ini juga, kita sadar akan posisi kita dalam kehidupan. Roda kehidupan itu berputar. Selalu ada posisi kita di bawah, di pertengahan atau di atas. Kita harus belajar bersyukur dari lima jari kita.
_1622364841.jpg)