Hidup dalam kesepian cahaya.

Ditulis pada, 23 March 2022, 02:54

Hidup dalam kesepian cahaya.

Beberapa hari yang lalu, saya membeli sebuah lampu yang cukup terang untuk menerangi ruangan, namun tampaknya saya kurang cocok terhadap terangnya cahaya. Mungkin orang orang pada umumnya suka akan cahaya yang terang diruangan, tapi itu membuat saya kehilangan fokus dan bukan seperti diri saya.

Saya menulis buku, menulis program komputer, dan membaca buku. Selalu dalam kondisi redup atau terfokus pada satu titik sumber cahaya. Seolah saya merasakan kesepian cahaya yang membuat semuanya terasa sunyi dan diam. Atau mungkin saja karena ngoding seperti hacker sehingga lebih nyaman dalam keadaan redup, atau menulis dan membaca buku filsafat seperti dalam kegelapan yang orang lain lihat. 

Kenyamanan inilah yang selalu melekat pada diri. Selalu banyak inspirasi yang masuk, apapun itu, semua hal yang selama ini terjadi dan dicapai, itu berasal dari ruangan itu secara redup dan sunyi

Memang benar, sunyi dan keredupan mungkin hal yang paling dibutuhkan untuk saya berkarya.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.