Hidup dengan kenangan.

Ditulis pada, 26 May 2021, 23:41

Hidup dengan kenangan.

Pernahkah kita berfikir bahwa hidup harus dengan kenangan. Dibalik kenangan ini, nampaknya ada paradoks yang mengikat kita, ada hal yang harus kita korbankan atau mau tidak mau harus kita lewati. Ini adalah paradoks kenangan.

Paradoks kenangan memberikan kita pilihan sebenarnya,  pertama, kita membuat kenangan, namun dengan konsekuensi ada peluang menderita atau keterikatan batin pada kenangan itu, dan yang kedua, tidak membuat kenangan sama sekali, yang berarti, ada kemungkinan kita hampa dan kosong. Tapi kita tidak merasakan penderitaan atau keterikatan pada kenangan tersebut.

Tapi sebelum membahas dalam tentang paradoks ini, kita harus paham tenang kenangan itu apa. Kenangan bisa di artikan dengan pengalaman di masa lampau, yang tentunya memberi kita segala rasa yang akan terus di kenang dalam beberapa waktu ke depan. 

Ada 3 kondisi kenangan. Kenangan baik, kenangan buruk, dan kenangan netral. Kenangan baik, memberikan pengalaman berupa rasa yang baik. Seperti misalnya makan enak di restaurant ternama atau menikah dengan orang yang kita cintai. Kenangan buruk sebaliknya, kecelakaan, bencana alam, dan semua hal yang merugi kepada kita. Terakhir adalah kenangan nentral, yang aktinya, kenangan yang dilalui tanpa ada rasa positif atau negatif. Seperti bekerja misalnya.  

Kembali ke paradoks, dari dua pilihan ini, hanya satu yang harus kita pilih. Membuat kenangan tapi ada kemungkinan tersakiti atau tidak membuat kenangan sama sekali. Hidup adalah pilihan. 

Tentu jika di kaitkan dengan peluang kebahagiaan, pilihan ke dua menguntungkan kita, karena dengan sedikit kenangan, maka tidak akan terlalu banyak fikiran kedepan. Namun jika di kaitkan dengan peluang berkembang (dengan kenangan, kita akan belajar dari sana), pilihan pertama adalah hal yang terbaik, untuk meraih sesuatu harus mengorbankan sesuatu, kita harus mengambil resiko. Dengan begitu jika kita mendapatkan kenangan buruk atau baij, maka kenangan itu menjadi pengalaman untuk kita berkembang kedepannya.

Kamu akan pilih yang mana?


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.