Jadilah malang.

Ditulis pada, 20 September 2021, 14:58

Kita selalu hidup dalam kebahagian, kesenangan, kekayaan dan segala memiliki. Namun terkadang, ketika hal hal tadi hilang, maka kita sedih, depresi, atau bahkan hingga bunuh diri. Mengapa bisa seperti ini? Jawabannya singkat, karena kita tidak dibiasakan untuk hidup dengan malang.

Hidup dengan malang adalah membiasakan diri kita berada dalam posisi yang selalu berbalik dalam hidup yang biasa. Kebahagiaan menjadi kepedihan, kesenangan menjadi kesedihan dan kekayaan menjadi kemiskinan. Namun tentu, apa yang kita telah menjadi kebalikan ini bukan selamanya hal negatif. Artinya, adalah kita harus dibiasakan untuk merasakan penderitaan, walaupun hanya di benat saja membayangkan, agar ketika kita mendapatkan kesedihan sesungguhnya, kita akan bersikap lebih menerima kesedihan itu.

Namun apakah dengan begitu kita tidak merasakan kepedihan? Kita harus tau, bahwa dunia ini tidak kekal, segala yang didalamnya adalah kesedihan dan kepedihan. Suka cita adalah kesedihan yang lebih baik, kebahagiaan adalah ketiadaan di dunia ini. Kita tidak berhak merasa bahagia selagi masih ada orang orang yang lebih merasakan kesedihan. Menerima apa yang telah terjadi itu kuncinya. Bersyukur.

Dengan merasa bersyukur dan terbiasa untuk malang, kita akan tidak terlalu banyak berekspektasi terlalu tinggi dan kecewa. Ketika kita merasa lapar, dengan makan kita bisa bersyukur, dan dengan lapar kita bisa bertahan. Dengan begitu, sudah tidak ada tempat untuk mengeluh.

Selalu merasakan paitnya hidup, ataupun jika tidak merasakan, buatlah kondisi dimana kita merasakan paitnya hidup. Dengan begitu kita bisa lebih menerima kondisi diri kita, ketika pait yang nyata dan manis yang nyata.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.