Apa yang dimaksud dengan filosofi kertas rusak?
Sebelumnya kita pernah berbicara tentang filosofi kertas polos, disana kita berbicara tentang bakat dan belajar, namun kertas yang ini akan berbeda. Kita akan berbicara tentang perasaan.
Perasaan manusia seperti kertas polos, bersih, rapi, dan tidak acak acakan. Namun tentunya akan ada waktu dimana kertas itu akan berubah bentuk menjadi tidak karuan.
Terkadang ketika kita menyakiti seseorang, maka akan berdampak pada perasaannya, sama seperti kertas polos yang kita gulung gulung hingga membentuk bola. Kemudian dia memaafkan semua prilaku buruk kita kepadanya, namun apakah itu selesai begitu saja? Kertas yang berbentuk bola tadi coba kita rapikan kembali, ratakan kembali. Apa hasilnya? Benar, kertas tersebut menimbulkan bekas hasil dari gulung gulung.
Artinya, walaupun orang lain memaafkan kita, tetap saja akan ada rasa yang tersisa, kerusakan pada hatinya.
Jadi cobalah agar jika kita tidak bisa membahagiakan orang lain, seengganya jangan buat orang lain merasakan sakit (baik fisik maupun mental)
