Filosofi Kertas Polos

Ditulis pada, 22 April 2021, 07:47

Filosofi Kertas Polos

Pernahkah kita merasa tidak punya tujuan dalam hidup?

Pernahkah kita merasa tidak bisa apa apa?

Pernahkah kita merasa tidak tau tujuan hidup ini untuk apa?

Mari kita bicara filosofi kertas polos.

Teman, pada dasarnya manusia dilahirkan ke dunia ini sepolos dan se bersih bersihnya. Lahir dengan tidak punya apa apa. Kertas polos. Hidup kita ibarat kertas polos yang harus di isi. Apa yang harus diisi adalah apa yang kita inginkan. Tujuan hidup. Namun kertas polos ini tidak mudah disini oleh kita, berbeda halnya dengan kertas polos yang selalu kita gunakan untuk menulis.

Jadi bagaimana cara kita menulisnya? Pengalaman.

Kehidupan kita perlu di isi dengan pengalaman, bentuk dari otak tentunya akan menyesuaikan dengan pengalaman yang kita dapat. Pengalaman tentu banyak sekali. Sekarang pertanyaannya,

Bagaimana menentukan pengalaman mana yang harus kita pilih?

Mulailah mencari apa saja sih yang bisa kita sebut pengalaman? Misalnya kita kelompokan dalam bidang profesi. Mulailah mencari semua bidang profesi itu apa saja. Dan tiap profesi tentu memiliki cabang profesi lagi, buka semua, pelajari semua. Di saat itu juga, kita akan memilih, mana yang cocok, mana yang engga. Dan kira siap untuk menulis kertas kosong kehidupan.

Itu jika kita baru akan memulai untuk menulis.

Selanjutnya, bagaimana dengan kita yang telah terlanjur menulis?. Akan ada waktu dimana kita masih bisa berpindah pindah bidang atau hal yang kita inginkan. Dan akan ada waktu dimana kita tidak bisa berpindah pindah tentunya.

Bagaimana cara kita tahu hal tersebut? Semua kembali pada diri kita, teman. Kita adalah manusia yang berfikir, bisa membanding bandingkan resiko mana yang lebih kecil, mana yang lebih besar. Jika kita bisa berpindah atau mengganti kertas kita, kita bisa memulai kembali. Namun jika kita memilih untuk tetap setia pada bidang kita, walaupun nampak melelahkan dan menyakitkan, tenang saja. Tidak apa apa, semua orang yang mengambil keputusan ini merasakan hal yang sama. Terus belajar dan belajar. Perbanyak pengalaman di bidang yang kita pilih. Otak seperti otot, jika di latih dengan hal yang sama berkali kali, maka akan membentuk dan mengeras.

Jangan terlalu khawatir,

Jangan terlalu banyak memikirkan hal negatif.

Jangan merasa takut gagal,

Jangan merasa kita tidak punya keahlian di bidang yang dipilih,

Jika kita masih merasakan hal hal diatas, tentunya akan berdampak buruk untuk hidup dan mental kita.

Tetap semangat menulis kertas kehidupan kita. 


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.