Cerdas identik dengan kepintaran pada suatu ilmu pengetahuan, namun apakah itu saja poin dari kecerdasan? Mari kita membahas filosofi cerdas.
Sebelum itu, kita harus membedakan antara cerdas dan pintar, karena kebanyakan orang terkadang merasa cerdas dan pintar menjadi satu kesatuan dengan arti yang sama. Namun pada dasarnya kedua hal ini berbeda.
Pintar pada dasarnya berarti mengetahui, pandai atau memiliki ilmu pengetahuan, biasanya pintar pun diidentikkan dengan hal hal berbau akademisi. orang pintar dikenal sebagai orang yang disiplin dan teratur, sehingga ketika mendapatkan permasalahan, orang pintar mampu menyelesaikannya dengan baik.
Berbeda dengan pintar, cerdas biasanya merupakan anugrah aau bakat dari lahir. Orang cerdas ini seringkali berimprovisasi dan lebih kreatif dalam melakukan sesuatu. Kelebihan dari orang cerdas juga, mereka akan berfikir dengan cepat, sehingga ketika mendapatkan ilmu, mereka dengan mudahnya memahami, mengerti dan menagkap semuanya.
Pada dasarnya, orang cerdas tidak terpaku dengan teori, namun lebih pada pemahaman konsep, Logika menjadi keunggulan juga dari orang cerdas. Tidak mengherankan jika orang cerdas mampi menguasai beberapa bidang sekaligus juga.
Berbeda dengan orang pintar, orang cerdas lebih santai, dan lebih fleksibel. Namun bukan berati mereka terleha leha, namun mereka nampaknya lebih banyak merencanakan apa yang akan mereka kerjakan, dengan begitu, mereka akan paham interval waktu atau deadline tertentu.
Bagaimana secara emosional? Mereka orang cerdas nampaknya cenderung lebih stabil emosinya. Karena mereka tau bahwa jika menjadi emosional, seluruh logika akan tercemari dengan emosi emosi yang tidak diperlukan.
Pintar mungkin memiliki ujung batas pada ilmu pengetahuan saja, namun cerdas lebih jauh dari hal itu. Cerdas meliput emosional dan logika.
Namun ternyata, orang cerdas sulit untuk didekati, bisa jadi bersikap dingin, acuh atau bodo amat, namun ini bukan hal yang buruk dari mata orang cerdas. Mereka merasa ada hal yang lebih penting yang harus dilakukan, atau mereka merasa hal ini tidak berfaedah atau berdampak positif pada diri nya sendiri.
Namun jika kita sebagai manusia biasa, maka bagaimana menyikapi orang yang mimiliki kecerdasan? Mungkin salahsatunya adalah dengan mengenal apa yang mereka kenal. Artinya jika bidang orang cerdas berasal dari ilmu politik, maka kita harus paham dengan ilmu politik, atau misalnya ilmu sosial, kita harus paham dengan ilmu sosial.
Tapi ini menjadi suatu dilema besar karena disatu sisi kita memiliki keinginan untuk bergaul dengan mereka, namun disisi lain, apa yang mereka gapai terlalu jauh untuk kita. Walaupun kita tidak bisa menyamai atau masuk kedalam lingkungan mereka, kita harus memiliki kesabaran atau cara sendiri untuk menanggapi mereka. Tentu ini sulit, namun semakin kita mengenal mereka maka kita semakin mudah menanggapinya.
