Kita tahu bahwa filsafat yang dipelajari saat ini bermuara pada filsafat filsafat era Sokrates, Nietzche, Spinoza, atau filsuf yang memang hidup di era masalalu. Memang benar kita membutuhkannya, untuk pertimbangan moral, agama atau basis ilmu pengetahuan. Namun masalah yang terjadi adalah, siapa filsuf hari ini?
Berkat digitalisasi, moderenisasi, sosial media, seolah olah tidak ada tempat lagi untuk untuk filsafat, sehingga tidak ada lagi pikiran pikiran baru yang dihasilkan untuk meninggalkan jejak di era yang saya sebut era kekosongan. Dan yang sangat menyedihkannya adalah bahkan filsafat pun kita tidak pernah tau apa itu filsafat. Mungkin memang itu bukan bidang kita, namun dengan filsafat inilah semua ilmu lahir dan menghasilkan orang orang profesionalis seperti kita.
Namun kita coba over scale terkait masalah ini, bukan cuma filsafat, melainkan segala hal. Digitalisasi memang menjadi cara manusia menyelesaikan masalah, teknologi lainpun seperti itu. Namun pertanyaan selanjutnya adalah apa yang kita tinggalkan untuk generasi selanjutnya?
Para filsuf menghasilkan buku filsafat, teknolog menghasilkan teknologi, seniman menghasilkan karya, lihat saja karya karya seni eropa atau Indonesia sampai saat ini masih asri, namun bagaimanakah dengan kita? Jelas kita bukanlah inovator, filsuf atau seniman, namun kita bahkan tidak menghasilkan apapun.
Karya yang memang akan terwariskan terus menerus dan berkembang seperti halnya filsafat dan ilmu pengetahuan, namun faktanya, kita tidak pernah memberikan bekas untuk generasi kita. Apakah dengan tiktok? Video ? Foto selfie? Atau hal hal yang kadang sangat aneh di dokumentasikan menjadi warisan untuk generasi selanjutnya? Apakah itu bermanfaat? Tentu saja tidak.
Era ini adalah era dimana segalanya berbenturan, di satu sisi kita membutuhkan landasan datau dasar baru sebagai sudut pandang baru untuk berpikir dan berinovasi, dan di satu sisi warisan kita hendaklah sesuatu yang memang berkualitas dan dapat di kenang untuk generasi generasi selanjutnya.
Maksud saya adalah, jika memang tidak ada penyelamat, maka Era Dark Age akan kembali terulang, namun bukan agama atau kepentingan tertentu, namun karena tidak ada warisan yang dilakukan, tidak ada inovasi atau dasar baru yang membekas. Kita akan menjadi bangsa dan manusia yang tidak memiliki jejak apa apa.
Kebodohan dimana mana, kekerasan, amoral, dan egoisme kekuasaan, dan masih banyak lagi itulah, tanda dimana semuanya akan hilang. Namun masalahnya adalah bukan hanya era kita saja yang akan menghilang, namun pada akhirnya era yang dibangun oleh orang orang sebelum kita pun dapat lenyap begitu saja gara gara kita. Jejak yang sangat sulit di buat pendahulu kita, di injak injak dan akhirnya menghilang begitu saja.
