Banyak orang yang mengira bahwa ketika ada banyak hal yang terlibat, namun pada waktunya terkadang tidak melakukannya, kita selalu disebut sebagai orang yang tidak bisa mengatur waktu. Namun apakah hal itu benar?
Terdapat kondisi yang umum dimana hal diatas terkadang benar bagi orang orang yang lalai. Namun tampaknya hal ini terkadang salah. Kita sebagai manusia bukan hanya sebagai manusia yang sibuk karena banyak hal. Namun banyak hal ini terkadang menjadi sebuah dampak buruk bagi kita. Baik itu mental ataupun fisik.
Perlukah kita mengeleminasi?
Sangat perlu. Kita harus kembali pada dasar dari tujuan hidup kita yakni hidup dengan tenang. Terlalu banyak hal yang dikerjakan dalam satu hari bukan menjadikan kita sebagai orang yang produktif dan orang orang yang bisa mengatur waktu, namun kita akan membebani otak kita sehingga suatu saat bisa saja rusak.
Kita harus mulai mengeleminasi hal hal dalam diri kita. Kita harus ingat, kelelahan akan menyebabkan semua hal yang dikerjakan akan kacau.
Namun pertanyaannya adalah, bagaimana mengeleminasi yang benar? Bukankah hal hal yang kita kerjakan adalah penting? Dimulai dari makna untuk diri kita, apakah dengan kita berhenti melakukan hal ini, akan menimbulkan masalah baru atau hal ini bisa didelegasikan ke orang lain? Atau misalnya dalam bekerja, apakah uang yang kita gunakan hasil bekerja ditabung atau habis untuk memuaskan diri saja?
Selanjutnya kita harus pertimbangkan masalah waktu untuk diri kita sendiri. Seperti jika kita melakukan hal A apakah saya masih ada waktu untuk diri sendiri atau orang orang terdekat kita? Atau jika kita melakukan hal B apakah akan merugikan diri kita secara material atau psikis?
Pertimbangan diatas adalah hal yang umum harus dipertanyakan pada diri kita, karena hidup ini singkat, maka bukan berarti harus mengerjakan banyak hal untuk dicapai. Namun kerjakan satu atau dua hal yang bermaka dalam untuk diri dan orang lain.