Menjadi beda, akan berat.

Ditulis pada, 17 December 2021, 01:10

Manusia tentu dilahirkan setara dan sama. Yang membedakannya adalah apakah manusia itu ingin menjadi yang hanya mengikuti manusia lain, datar, dan selesai, atau menjadi manusia yang berbeda. Pada bagian ini, kita akan membahas dalam tentang menjadi beda dengan orang lain.
Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi beda dengan orang lain bukanlah sebuah kesombongan belaka, namun dibalik beda ini terdapat rasa sakit teramat dalam yang harus di panggul oleh mereka yang beda. Misalnya seperti menjadi orang yang berpengaruh di lingkungan atau bidang tertentu. Disini mereka memikul beban tanggung jawab terhadap ilmu atau hal pembeda dari orang lain, misalnya seperti jika di tanya tentang sesuatu, sebisa mungkin mereka harus bisa menjawab. Atau ketika di beri tugas tertentu, mereka harus selalu siap.


Tentu ini bukan hal yang negatif, menjadi orang yang diandalkan adalah sebuah pembeda yang cukup dominan. Namun permasalahannya adalah ketika mereka melakukan 1 atau 2 kesalahan, kebanyakan dari mereka langsung di hina, di jauhi atau membuat orang lain kecewa berat terhadap mereka. Apakah ini salah mereka? Tentu seharusnya tidak. Karena kembali lagi, ada hal mendasar dalam diri manusia, walapun mereka berbeda beda. Yakni mereka manusia biasa yang pasti akan melakukan kesalahan.
Terkadang kita kebanyakan selalu berekspektasi positif atau mengandalkan kepada mereka yang berbeda dari lingkungan sekitar. Hanya keegoisan kita. Pernahkah kita berpikir bahwa mereka yang ingin menjadi beda membutuhkan usaha yang lebih daripada kita? Namun kita hanya mempermasalahkan kekecewaan atau melimpahkan hujatan dan kemarahan kepada mereka yang berbeda ketika salah? Sungguh menyakitkan jika kita berada di posisi mereka yang beda.


Inilah sebuah konsekuensi jika kita menjadi beda dari orang lain. Kita akan merasakan kehinaan, kebencian, kekecewaan dari orang lain jika tidak memenuhi ekspektasinya. Namun dibalik hal negatif yang akan dirasakan, ada juga hal positif seperti kita akan lebih berpengalaman dalam hal yang membuat kita berbeda, dan menjadi manusia yang lebih berkualitas. Namun apa bagusnya kita berbeda jika seperti itu?
Mari kembali ke takdir dasar kita sebagai manusia, mati. Pernyataannya, apakah kita akan mati dalam keadaan sunyi dan datar karena tidak ada pencapaian hidup, atau mati dalam menjadi beda dengan orang lain agar bisa menghasilkan karya atau bisa membantu mereka?
Hidup hanya satu kali. Jadi pilihlah dengan bijaksana.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.