Secara etika, kita diajarkan untuk selalu menghargai orang lain. Namun tampaknya kita menyempitkan pikiran sendiri untuk menghargai orang lain. Atau bahkan kita merasa telah menghargai orang lain namun sebenarnya belum sama sekali. Mari kita menyelidiki seberapa dasar kita menghargai orang lain.
Hal yang sering terjadi di dunia teknologi adalah aplikasi bajakan/crack. Sudah sangat lumrah kita mendengar ini. Namun ternyata sebenarnya kita mulai beranjak tidak menghargai orang lain dari hal seperti ini. Namun timbul pertanyaan, "bukankah perusahaan yang membuat aplikasi ini telah mendapatkan banyak keuntungan?", Tentu secara marketing perusahaan masih mendapatkan banyak keuntungan. Tapi poinnya bukan ini. Poinnya adalah, bayangkan seberapa sulitnya mereka untuk membangun sebuah karya program. Ini bukan masalah tentang keuntungan, tapi masalah kemanusiaan. Ini bukan masalah perusahaan, namun masalah individu. Kita terkadang lalai akan hal ini. Sehingga semua orang lebih memilih untuk menggunakan program yang bajakan untuk keegoisan dirinya sendiri. Apakah kita masih menghargai orang lain?
Atau misalnya karya seperti foto, di internet sana banyak sekali foto foto bertebaran, tentunya gratis. Kita terkadang memakainya untuk keperluan individu, atau bahkan kelompok. Pernahkah kita berpikir bahwa kita tidak pernah menghargai karya yang gratis?. "Tapi kan gratis, jadi bisa digunakan sebebas kita! kan?". Gratis bukan berarti kita menggunakan segalanya dengan bebas, namun sebenarnya hal gratis contohnya foto, menguji seberapa beretika nya kita dalam menghargai orang fotografer. Apresiasi seperti memberi label pada foto tersebut atau tag pembuatnya di sosial media adalah salahsatu bentuk kecil dari menghargai mereka.
Dua contoh ini mungkin hanya sebatas karya yang diciptakan, namun ada yang lebih mendasar dari sana adalah menghargai lingkungan, secara sadar apakah kita masih buang sampah sembarangan? Atau membuang polusi? Disitulah batasan kita menghargai. Karena dari sana, akan merambat pada kesegala etika, misalnya kita tidak menghargai orang orang yang tinggal di pinggir sungai jika membuang sampah sembarangan akan menimbulkan bahaya bagi mereka. Atau misalnya kita selalu sering berkendara sehingga polusi makin banyak, dan akan selalu ada orang lain yang terkena penyakit pernafasan.
Kenyataannya tentu kita secara mendasar pasti tidak akan bisa benar benar menghargai orang lain atau lingkungan 100% karena ada batasan etika menghargai. Namun apakah kita harus diam saja? Tentu tidak, dengan memikirkan hal hal yang sepele seperti ini kita bisa lebih menghargai dan memaknai banyak hal.
Semenjak kita dilahirkan, kita menjadi manusia yang tidak akan bisa menghargai orang lain. Disitulah kita harus kembali ke dasar etika dengan manusia dan alam.