Alam dan E-commerce.

Ditulis pada, 12 April 2022, 17:11

Alam dan E-commerce.

Ekonomi di dunia naik karena adanya e-commerce, e-commerce membantu menghubungkan tangan pembeli dan juga tangan penjual. Sehingga kesejahtraan bisa lebih merata dengan adanya ini. Namun terkadang ada sebuah kelupaan yang datang khususnya di indonesia. Yakni e-commerce tidak melihat alam. Apa maksudnya?

Kita tau bahwa paket yang dikirim dari toko adalah sebuah paket yang dibungkus dengan plastik ataupun kardus, dan di kirim ke pelanggan melalui pos atau jasa kirim barang. Masalah yang timbul adalah plastik atau kardus bekas paket ini membuat alam rusak, karena terkadang pembeli membuang banyak sampah plastik dan kardus. Ini yang menyebabkan alam tercemar dan tidak bisa melakukan dekomposisi ulang karena plastik. Memang kardus bisa saja terurai kembali, namun tetap jika pembuangan kardus tidak dilakukan dengan baik maka menjadi sampah yang membahayakan. Ini yang menjadi kengerian saat ini. 

Siklus ini terhalang karena pertama keuntungan dari pihak e-commerce dan toko, kedua melindungi apa yang kita beli. Ini yang menyebabkan melupakan apa yang penting. Barang kita rusak tidak ada apa apanya jika alam ini rusak, se kaya apapun perusahaan, tidak akan bisa memperbaiki alam yang rusak. Iya, alam itu seperti kertas polos yang rapi, ketika di rusak, dan walaupun ditanam atau dirawat kembali, tetap saja terlihat bekas dari kerusakannya. Butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk alam bisa kembali normal. 

Dengan begitu, pemerintah atau pihak yang terlibat dalam siklus e-commerce, harus ada sebuah inisiatif inovasi. Misalnya seperti kantong paket yang bisa berulang kali digunakan, mengirim paket dengan kantong ini dan menukar dengan kantong yang sebelumnya. Ini akan menjadi sebuah siklus yang baru dan bisa merawat alam karena tidak terlalu banyak buangan yang dilakukan setiap dari kita. 

Mari kembali ke dasar dari tanggung jawab kita sebagai manusia.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.