Masa Depan AI Pada Pengukur Kuantitas Jiwa Manusia

Ditulis pada, 11 May 2021, 17:42

Masa Depan AI Pada Pengukur Kuantitas Jiwa Manusia

Ketika Kecerdasan kita bisa diukur, ketika fisik kita bisa diukur, bagaimana jika suatu ketika kualitas jiwa dan mental kita bisa diukur? Mari kita berkhayal sejenak.

Teknologi jelas sudah merambak kesegala jenis bidang. Salahsatu teknologi yang paling berpengaruh adalah adanya kecerdasan buatan, AI.  AI semakin cerdas setiap harinya, hingga bagaimana AI mengukur tinggi atau berat kita, atau bahkan kecerdasan kita. 

Penemuan meter oleh Académie des sciences, penemuan massa oleh Issac Newton, dan apakah selanjutnya ada satuan untuk mengukur kuantitas dari jiwa dan mental kita.

Apa jadinya jika seperti itu?

Sama halnya dengan kecerdasan, tinggi, dan berat. Jiwa dan mental bisa menjadi standar ketika kita masuk perusahaan, atau seleksi pegawai negeri. Mereka menginginkan orang yang mempunyai mental yang kuat, dan penyabar, atau berkepribadian yang baik. 

Atau misalnya dalam keamanan dan ketentraman, mungkin suatu saat nanti akan ada divisi pertahanan untuk mencari orang orang yang 'membahayakan' orang lain. Pihak tersebut bisa mengukur koefisien dari orang yang membahayakan, semakin tinggi angka kuantitas mental dan jiwanya, maka semakin berbahayanya dia. 

Kita akan dibuat dengan beberapa kategori, seperti,

Nilai 0-100 menjadi orang normal biasa,

Nilai 101-200 menjadi orang dalam pantauan AI

Nilai 201-300 menjadi orang yang perlu di tindak (bisa jadi dirawat)

Nilai 301 lebih, menjadi orang yang berbahaya dan harus di waspadai

Dengan AI bisa mengetahui semua hal itu, akan kah kita semakin tersaring dan semakin sedikit saja orang orang yang bisa 'lolos' di era baru ini. Mengapa demikian? Karena kita saat ini pun sibuk dengan menyehatkan fisik kita, namun lupa mengurus bagian yang sama atau lebih penting dari fisik kita. Mental dan jiwa. Kesehatan mereka akan mempengaruhi segala hal dalam kehidupan.

AI terkenal dengan tidak berperasaan, sebagaimapun kita cerdas, pasti akan 'dieksekusi' oleh AI dan dilabeli oleh menjadi orang yang kurang waras dst. Dan ini yang menjadi patokan baik itu kita bergaul dengan orang lain atau hingga akan bekerja.

Perlu diingat, teknologi engga bisa kita perediksi perkembangannya, bisa saja apa yang ditulis disini benar benar terjadi kedepannya.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.