Membutuhkan bukan berati dibutuhkan.

Ditulis pada, 11 May 2021, 19:52

Membutuhkan bukan berati dibutuhkan.

Hidup saling membutuhkan satu sama lain, namun terjadilah sebuah paradoks kebutuhan,  membutuhkan bukan berati dibutuhkan.

Manusia terkadang membutuhkan orang lain, tapi belum tentu kita dibutuhkan orang lain.

Ini yang membuat kita terpaksa menelan dilema ini. 

Ketika kita membutuhkan orang lain, terkadang orang itu menghilang, atau bahkan, ketika kita membutuhkan orang lain, orang lain ternyata tidak membutuhkan kita.

Jadi bagaimana cara kita keluar dari paradoks ini?

Hal yang benar benar kita harus pahami adalah benar ada paradoks kebutuhan, anggap hal ini adalah wajar. Seperti itu lah hidup. Dengan paham bahwa paradoks ini ada, kita akan mewajarkan dan tidak terlalu banyak memikirkan, jika terkadang orang lain tidak membutuhkan kita atau mereka tidak ada untuk kita ketika dibutuhkan.

Selanjutnya, cobalah sendiri selagi bisa sendiri. Artinya lakukan semuanya sebisa mungkin sendiri,  karena peluang orang lain kecil untuk ads buat kita, maka lakukanlah sendiri. Namun bagaimana hal yang menyangkut masalah mental dan jiwa? Ini yang menjadi cobaan dalam hidup. Berlawanan dengan kalimat diawal, manusia adalah makhluk individu. Kita harus percaya dengan keyakinan kita, misalnya agama, atau pemikiran atau prinsip hidup. Karena hanya dengan hal itu lah mental atau jiwa kita bisa terobati.

Jangan biarkan kita menunggu terus orang lain, namun disisi lain orang itu tidak peduli dengan kita, dan disisi kita, kita malah semakin terpuruk.

Karena membutuhkan bukan berati dibutuhkan.


Kembali ke Tulisan.
Kembali ke Awal.